SEGO SEGAWE
" SEPEDA KANGGO SEKOLAH LAN NYAMBUT GAWE "
Krisis Energi, Global Warming, Penurunan Kualitas Udara, Kesemrawutan
Lalu Lintas, PENURUNAN DERAJAT KESEHATAN adalah masalah kita.
Tak boleh kita berdiam diri, diperlukan upaya & kesadaran agar bersama
kita bergerak "melakukan sesuatu".
sumbangan bagi bumi kita, kota kita, diri kita, penerus kita mulai saat ini
dan untuk kelak masa panjang dikemudian hari.
SEGO SEGAWE
Upaya sederhana nan bijaksana dapat kita tempuh dengan kembali menggunakan sepeda sesuai fungsi semula sebagai
alat transportasi untuk mendukung aktifitas keseharian kita seperti pergi bekerja, menuju sekolah, belanja ke pasar,
berkunjung ke rumah sahabat dan sebagainya.
Aktifitas bersepeda banyak manfaatnya tidak hanya untuk diri sendiri dan saat ini tetapi bersepeda bermanfaat bagi
lingkungan dan masa depan. Oleh karena itu melalui image SEGO SEGAWE bersama kita bergerak menjadikan kembali
sepeda sebagai alat transportasi mendukung mobilitas keseharian khususnya menuju kerja dan pergi ke sekolah.
Jadi SEGO SEGAWE adalah
spirit & gerakan menggunakan sepeda sebagai moda transportasi menuju tempat aktifitas aktifitas.
Mengapa SEGO SEGAWE
Kondisi saat ini sepeda dipandang sebagai kendaraan yang tidak diperhitungkan keberadaannya. Padahal sepeda memiliki kekuatan sebagai solusi alternatif mengatasi problematika transportasi. Sungguh, sepeda merupakan moda transportasi murah, hemat, mengurangi polusi, mengurangi kemacetan, menghemat BBM, dan tentu saja bermanfaat bagi kebugaran tubuh. Apabila 10 % warga Kota Yogyakarta yang berusia 10 - 59 tahun menggunakan sepeda sebagai moda transportasi maka kurang lebih ada 36.861 (sumber : SPAN 2005) pesepeda setiap harinya lalu lalang di jalan Kota Yogyakarta. Jumlah yang luar biasa dan signifikan terhadap penghematan BBM serta mengurangi kepadatan lalu lintas.
Sasaran SEGO SEGAWE
- Para Pekerja
guru, seniman, tukang parkir, PNS, buruh, dokter, jaksa, hakim, polisi, bakul, pengacara, notaris, dsb)
- _ Anak - anak sekolah
(sekolah dasar, smp, sma, smk, mahasiswa dsb)
Agenda penyebaran SEGO SEGAWE
1. Panutan
tokoh-tokoh yang berpengaruh menjadi panutan dengan terlebih dahulu menggunakan sepeda dalam beraktifitas.
Contoh : - di Balaikota oleh Pak Wali, Pak Kabag, dsb.
- di sekolah oleh Kepala Sekolah, Ketua OSIS, dsb
2. Campaign
- Launching,
- penyebaran leaflet, pemasangan baliho
- couching clinic,
- pembuatan merchandise identitas (pin, stiker, dekker)
- menyusun jargon gaul untuk mematahkan mitos negatif bersepeda
3. Pemilihan pesepeda "Idol"
- dikalangan anak sekolah
- dikalangan pekerja
4. Pembuatan sub domain SEGO SEGAWE di Website www.jogja.go.id
5. Gelar acara SEGO SEGAWE Gathering
6. Pengorganisasian pola gerakan
7. Pemberian Privilage bagi komunitas SEGO SEGAWE
Pola gerakan SEGO SEGAWE
Untuk memperlancar langkah gerakan di tingkat Kota dibentuk Tim Penggerak SEGO SEGAWE yang diketuai oleh Walikota Yogyakarta. Tim ini dijadikan payung besar yang menaungi seluruh pesepeda diwilayah Kota Yogyakarta yang masing-masing terhimpun dalam kelompok/club/paguyuban dsb yang dibentuk di setiap lingkungan aktivitas keseharian, (misal : sekolah, kantor, kampung, kelompok profesi, dsb). Setiap kelompok /club/paguyuban dipimpin oleh seorang PANUTAN yang bertindak selaku penanggungjawab (misal: di sekolah adalah kepala sekolah) dan dibantu oleh koordinator pelaksana yang mandegani program kegiatan yang disebut PANDEGA. Kepengurusan tersebut dapat dibantu oleh beberapa orang sebagai anggota tim Pandega. Dalam skema, pola gerakan digambarkan sebagai berikut :
